Alqur’an
Latin Dan Himbauan Penting
Karena sekarang zamanya
Al-qur’an yang ayat-ayta dan surat-suratnya ditulis serangkai dengan salinan
huruf latin untuk melayani yang belum bisa membaca arab katanya, maka disini
perlu disampaikan sekedar himabauannya, sebagai amar ma’ruf nahi munkar kita.
Mari kita harus mau membicarakan dan membenarkan keadaan, kalau kita mau
kompromi dan bersatu. Kalau tidak, setidak-tidaknya kamu para pengusaha Al-qur’an latintelah menjadi jembatan
pintasnya para kafir musuh.
Siksa Allah di dunia, kita orang
menjadi 2 golongan, yaitu orang yang tetap menekuni hidangan segar
Al-qur’an dan orang yang lupa lalu
memalsu dengan latin. Al-qur’an latin ini gambaran barang palsu, tidak hanya
baranng tiruan. Barang palsu itu biasanya yang membikin musuh. Kalau yang
membikin orangnya sendiri, maka orang itu terlalu segala-galanya. Walaupun
kelihatanya pandai, Ulama’ dan pemuka agama, berkedudukan, cendekiawan Muslim,
dll, itu adalah orang yang terlalu bodoh mau menyantap hidangansegar melalui
makan racun dulu. Di hadapan Tuhan Yang Maha Kejam kelak untuk menolak
siksa-Nya, apakah kamu akan mendambakan murid-murid latinmu? Berapa gelintir
yang pandai? Berkait dengan salinan latin ini, bermunculah orang-orang bodoh
agama yang bergaya atau menyaingi Ulama yang merugikan dan meresahkan ummat
yang digemari musuh. Tahukah kamu, apakah kamu sendiri yang begitu? Itulah
diantara siksa Allah di dunia.
Kenapa kamu semua kok tidak mau
berkompromi menjadi “Ummatan Waahidah” dengan kami yang selalu mati-matian tidak
kenal lelah rendah diri, tidak kenal pangkat dan tidak pandang apa-apa siang
malam mengajak Ummat yang bodoh mengaji dan mengajarkan Al-qu’an yang secara
semestinya, karena takut kalau Ummat menjadi bodoh, akan membahayakan. Wahai
para pengusaha salinan latin siapa saja orangnya. Kamu yang gagah perkasa,
kenapa kalian enak-enak tidak mau seperti kami, malah membikin golongan Ummat
yang akan membahayakan persatuan. Sadarlah bahwa kamu hatinya gelap gulita
tertutup nafsu yang tebal yang memabahayakan kamu sendiri dan Ummat dan agama.
Golongan kalian termasuk orang yang telah dikeluhkan beliau nabi sejak 14 abad
yang silam. Firman Allah :
..............................................................
“dan kata
Rasululloh SAW : wahai tuhan, bagaimanakah sesungguhnya kaumku tidak mau dengan
Al-qur’an?”
Al-qur’an huruf arab yang penuh
ilmu dan barokah yang menyejukkan dan mengharmoniskan keislaman, kenapa mereka
tidak mau menyantap langsung dulu melalui rancau-rancau, aral melintang yang
menghambat (Al-qur’an latin). Kapan mau sampai, mengapa kalian demikian
caranya? Mengertilah bahwa orang yang ingin bisa membaca Al-qur’an tidak mau
dengan arab maunya dengan latin adalah orang yang bersikap dan bersifat tidak
mau qur’an, berpaling dan berwatak sombong yang ditegaskan Allah dalam ayat
tadi. Maka janganlah terpengaruh kamu layani kalau kamu ingin selamat tidak
menjadi golongan ini. Lebih-lebih kalau mereka orang-orang yang intelek,
cendekiawan dan gagah. Akan bertahan sampai kapan orang macam itu mau menekuni
Al-qur’an dan bisakah menjadi orang yang tahu diri sedang berangkatnya dari
congkak dan sombong. Kalau tidak, mestinyakan mau merendah diri dan ikut apa
adanya. Selamanya, caranya berdakwah janganlah berbalik! Ajaklah, sadarkanlah,
doakanlah agar mereka mau dengan yang semestinya. Akhlaq merendah diri adalah pondasi segala bentuk kegiatan muslim.
Seorang yang tidak mempunyai pondasi rendah dirii, mengajinya belum cukup atau
hanya dengan latin sudah sombong merasa sudah bisa, akhirnya tidak mau menmbah
atau meningkatkan ngajiya lagi. Jadi, bukannya guru ikutmurid, tapi murid yang
ikut guru, dan bukanlah guru yang mendatangi murid, tapi murid yang mendatangi
guru kurang aji (kurang terhormat) dan si murid menjadi tidak bisa berakhlaq
rendah diri dan nanti mengajinya belum pandai sudah berhenti. Demikianlah
kerendahan beragama kita sekarang, karena banyak perihal yang terbalik tidak
disadari.
Ummat muhammad adalah ummat
wasath (ummat istimewa dan prima), jangan kamu angap bermerek bani isroil yang
telah bosan dengan hidangan lezatnya manna dan salwa, lalu minta ganti!
Perhatikanlah Firman Allah SWT dalam Surat Al-baqoroh ayat 143 :
..................................................
Ummat yang prima pikitan dan
keimananya tidak mudah goyah seperti kaum Bani Isroil, hanya mencoba dan
mengoda dengan latin kok kamu layani, kamu yang katanya pandai kenapa berlaku
bodoh. Ajaklah, sadarlah, doakanlah ummat yang prima ini supaya mau dengan yang
semestinya. Jangan khawatir tidak mau. Mari bersama-sama seperti kami cs. Yang
selalu mati-matian mangajar Al-qur’an
dan mengajak Ummat yang bodoh supaya menjadi generasi penerus yang tidak
menyeleweng.
By : K.H.
Maftuh Basthul Bisri (Pengasuh Pondok Pesantren Al-qur’an Kodran Kediri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar